Apakah aku sudah cukup?
Bertanya dalam hening, saat dunia terus bergemuruh,
Berjalan di tengah hiruk pikuk, suara-suara tak berwajah,
Menyapa dengan ambisi yang tak pernah terpuaskan.
Tapi, apakah langkahku ini sepadan dengan lelah yang kujalani?
Atau mungkin aku hanya berlari tanpa arah, tanpa alasan yang pasti?
Aku sering merasa terjebak,
Mencari jalan keluar, namun tak pernah sungguh-sungguh ingin lepas.
Apakah aku sengaja membangun tembok di sekelilingku,
Atau mungkin ketakutanku pada asingnya dunia luar,
Membuatku memilih kurungan yang terasa aman, meski sempit dan gelap?
Jika aku mati sekarang,
Akankah aku menyesal atas sisa-sisa hari yang belum kujemput?
Apakah aku akan merasa rugi,
Atau mungkin merasa lega, bahwa pertanyaan ini akhirnya tak perlu terjawab?
Apakah impian yang kuabaikan akan memelukku dalam penyesalan,
Atau justru membebaskan aku dari harapan yang terlalu tinggi?
Dan jika orang yang kucintai meninggalkanku,
Akankah aku berubah?
Atau justru terpuruk lebih dalam dalam kesedihan yang tak berujung?
Akankah aku merelakan, atau terus berpegang pada kenangan,
Meski tahu, merelakan seringkali lebih menakutkan daripada kehilangan itu sendiri?
Aku bertanya, berulang-ulang,
Apakah segala yang kulakukan sudah cukup?
Apakah kata-kata yang terucap sudah mengurangi beban dunia,
Atau hanya menambah bising dalam diamku yang panjang?
Aku tak tahu jawabannya,
Tapi setidaknya, di tengah keraguan dan kesedihan ini,
Ada sebersit harapan kecil,
Bahwa mungkin, hanya mungkin,
Aku sedang berjalan menuju 'cukup' itu,
Dengan segala luka, keraguan, dan rasa takut yang menyertainya.
Komentar
Posting Komentar