Langsung ke konten utama

Solo (Alam semsesta dan ciptaan nya)

Untuk kali ini aku menyebut namaku solo, sebuah entitas yang akan menceritakan banyak kisah menarik dengan sudut pandangku. Semua yang akan kamu ketahui setelah ini tidak akan memiliki makna apapun selain cerita, karena dalam perjalan ku aku secara sempurna menghapus keberadaan ku yang tentunya akan menjadi pertanyaan besar bagi kalian manusia tentang apa yang menjadi tujuan kalian sebenarnya.


*SUDUT PANDANG*

setelah jutaan atau tidak milyar tahun, aku telah menjalani berbagai fase entitasisme, aku telah menjadi air (bahasa gampangnya dari atom) dan bahkan aku telah menjadi ruang (atau yang kamu kenal dengan kehampaan). Aku adalah pencipta dan aku adalah yang tercipta. Aku menikmati semua fase, pertukaran elektron, getaran atom, meledaknya bintang, perkembangan alam semesta dan semua fenomena yang pernah kamu lihat sedikit banyaklah adalah kegiatan yang aku lakukan untuk mengusir rasa yang kita sebut saja jenuh. Sesuatu yang sangat aneh, yang mulai muncul dan ini adalah hal yang sangat baru. Hasil dari perkembangan ku selama ini membuat ku merasakan emosi, dan menariknya emosi ini selalu memberi rasa yang baru tidak peduli seberapa lama aku telah ada. 

Aku dapat memanipulasi apapun sampai ke satuan terkecil nya, sampai ke getaran yang dihasilkan oleh satuan terkecil dari sebuah benda. Diluar nalar aku dapat menciptakan energi dan menghilangkan nya seenak dan semauku. Dan kali ini aku akan menceritakan fase yang sangat menarik yaitu kehidupan 

*KEHIDUPAN*

Dari sebuah kehampaaan, aku terus berputar putar mencari sebuah sensasi rasa yang kamu kenal dengan emosi. Semua alam semesta yang dapat kamu amati dan tidak dapat kamu amati adalah aku, dan bagiku untuk mengatur kesemua alam semesta tidak lah hal yang sulit. Semuanya telah berjalan sesuai dengan aturan yang aku tetapkan dalam setiap partikel sampai ke satuan terkecilnya. Dari mulai tidak adanya waktu, sampai ke kelahiran waktu tidak ada yang baru karena semuanya sangat mudah di prediksi. Jutaan tahun terakhir aku mulai membuat hal hal baru yang menarik, yaitu adanya respon diluar hukum alam yang aku buat sebelumnya. Awalnya hanya sebatas respon, kemudian berkembang menjadi reflex dan sekarang yang paling menarik dari manusia sendiri adalah munculnya sebuah gagasan. 

Ideologi, emosi, ketetapan pendirian sangat menarik bagiku karena semuanya bergerak menuju waktu dengan sangat acak. Tentu saja untuk mencapai hasil akhir aku bisa saja dengan mudahnya dapat membengkokkan waktu dan melihat hasil akhirnya. Tapi kekacauan yang terjadi, akibat adanya sebuah gagasan dari manusia membuatku sangat nyaman menikmati dan meneliti porses nya. Bagaimana tidak, di kesekian lamanya dalam kehampaan, aku baru melihat adanya pandangan pandangan yang sangat mewakili aku. Sesuatu yang baru terus menerus aku pelajari dari manusia dan caranya berinteraksi baik dengan manusia lainnya, hewan dan cara mereka menggambarkan adanya sosok yang sangat luar biasa seperti aku. Meskipun masih jauh dari apa yang sebenarnya terjadi aku benar benar menikmati kehidupan yang dijalani manusia. 

Dalam beberapa waktu, aku ikut bergabung menjadi manusia dan merasakan semua rasa yang aku ciptakan namun tidak pernah aku nikmati. Aku sangat menikmati saat dilahirkan, diabaikan, dicintai, disakiti, hidup dan mati. Sepertinya aku ketagihan terhadap rasa rasa yang aku rasakan selama berinteraksi dengan kehidupan.

Aku diberi berkesempatan untuk kehilangan kekuasaan ku atas semuanya. Tentu saja alam semesta sudah berjalan dengan semestinya, tanpa adanya aku alam semesta akan baik baik saja sampai akhir waktu, dan aku akan mengulang nya lagi.

Aku akan mulai menceritakan serpihan serpihan kehidupan yang menurut aku menarik, yang dapat menyelamatkan kalian manusia dari kehancuran. Sedikit bocoran, jika kalian manusia tidak berubah dan tetap dalam ideologi manusia sentris kalian, maka manusia akan mengalami kehancuran speciesnya sendiri.











Note : cerita ini bukan lah sumber yang dapat di pertanggungjawaban, hanya sebatas hiburan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 1 - Dongan

Matahari Jakarta sudah mulai memanaskan jalanan. Asap kendaraan bercampur dengan debu dan aroma makanan dari warung-warung tenda di tepi jalan. Hiruk pikuk kota ini selalu mengiringi langkah Dongan, pemuda 25 tahun yang merantau dari Medan dengan mimpi sederhana; mimpi untuk bisa membahagiakan keluarganya di kampung, meskipun seringkali tergerus kerasnya hidup di ibu kota. Keseharian Dongan berdiri di pinggir pasar besar, menunggu panggilan kerja sebagai kuli panggul. Dengan mengenakan kaos lusuh dan celana panjang yang warnanya mulai pudar, ia melihat para pedagang yang mulai menata barang dagangan mereka. Suara teriakan pedagang, dentingan roda gerobak, dan hiruk pikuk pembeli yang semakin ramai membentuk simfoni kehidupan yang sudah sangat dikenal oleh Dongan. Setiap kali ada panggilan untuk mengangkat karung-karung beras atau tumpukan sayuran, ia akan bergegas, seakan tak ingin membiarkan kesempatan untuk mendapatkan sedikit tambahan rezeki lolos begitu saja. Hari ini terasa lebih ...

MULAI AJA DULU

Nulis sepertinya adalah hal yang emang passion aku selama ini. Banyak hal yang ingin aku share dalam kehidupan yang aku jalani sehari hari. Mungkinkah ini pertanda bahwa aku adalah penerus dari penulis legendaris. Penulis legendaris apanya? Aku aja ga ada kenal penulis legendaris. Aku cuma suka sharing karena aku merasa jangan sampai kesalahan kesalahan yang aku buat kamu harus ulangi lagi.  --- Pelajaran yang aku dapat hari ini adalah jangan menahan diri. Kali ini aku akan coba untuk mulai menulis sedikit demi sedikit setiap hari. Menariknya ketika aku mulai menulis aku nggak tahu apa yang harus aku tulis. Oke karena prinsipnya adalah kita akan mulai terlebih dahulu sehingga aku akan terbiasa untuk menulis, maka aku akan menceritakan apa rencana aku untuk besok. Mulai saat ini aku akan berusaha untuk melawan mood swing aku sehingga aku memiliki kendali penuh terhadap apa yang ingin aku lakukan. Dimulai dengan trik sederhana besok pagi aku akan memulai untuk lari pagi dan mudah-mud...