Kisah ini terjadi baru baru saja, kita akan berfokus pada seorang anak bernama Zainal. Tentu saja lokasinya tidak akan aku beritahu. Namun cerita hidup anak berumur 18 tahun ini lebih menarik dari yang aku bayangkan. Zainal sendiri adalah seorang anak dengan kehidupan yang sangat biasa saja. Jauh dari kata mewah dan tidak juga menyentuh area kemiskinan. Daya nalarnya sebenarnya diatas rata rata, dan Zainal sendiri sebenarnya bukan nama aslinya. Aku mengamati kehidupan Zainal cukup lama hingga kini dia berusia 30 tahun. Dia berhasil membolak balikkan logika orang orang disekitar nya yang hanya berfokus untuk menjadi kaya dan bahagia dengan kekayaan itu.
---Masa Sekolah---
Zainal sendiri bersekolah di sebuah sekolah negeri yang tentunya di ambilnya untuk memastikan orang tua tidak terbeban akan biaya sekolah. sejak kecil Zainal tidak pernah masuk sekolah persiapan atau yang di sebut dengan TK. Bermodalkan pengetahuan dari ibunya, Zainal bersaing dengan anak anak lain di sekolah negeri dan memang Zainal terus berhasil masuk di sekolah negeri sampai dengan perguruan tinggi.
Meskipun Zainal tidak di persiapkan secara matang melalui sekolah biasanya, Zainal sudah mendapatkan pelajaran dari sapu yang tiba tiba bergerak ke arah punggung kurusnya ketika dia tidak bisa diajari membaca oleh ibunya yang bernama adta. Adta sendiri adalah seorang ibu muda yang baru belajar mendidik anak, karena Zainal sendiri adalah anak pertama nya. Menikah di usia belasan tahun sebenarnya adalah pilihan yang berat namun Adta harus hidup dengan keputusan itu. Adta memiliki seorang suami bernama Prayudi, yang bekerja serabutan kesana kemari untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tapi untungnya Prayudi sendiri adalah seorang ayah yang bertanggung jawab, hanya saja keberuntungan tidak berada di pihaknya.
Zainal pun masuk ke sebuah SD negeri yang sebenarnya umurnya juga tidak mencukupi. Namun setelah negoisasi dan bujukan dari Adta, maka sekolah pun menerima Zainal untuk belajar di sekolah itu.
Tentu saja, hasilnya tidak mengecewakan. Didikan dari sapu Adta membawa Zainal menjadi ranking pertama di kelasnya, bahkan di seluruh sekolah. Zainal sendiri memiliki profil yang unik terkait dengan kecerdasan nya. Kempuan nalar nya setara dengan Issac Newton, namun kemampuan empatinya sungguh luar biasa. Sebagai bayangan saja, empat terkuat yang bisa kamu bayangkan adalah empati anak kembar atau ibu ke anak nya, dan itu biasanya berjalan hanya bilateral atau dua arah. Namun kemampuan empati Zainal terhadap orang orang di sekitarnya setara seperti empati seseorang terhadap kembaran nya atau ibu terhadap anaknya. Jenis kepribadian semacam ini sepertinya adalah jenis yang baru, karena dengan kombinasi semacam ini, aku berharap akan terjadi perubahan besar besaran dalam cara pandang hidup manusia. Sampai Zainal membuktikan ku salah.
Empati Zainal terhadap orang di sekitarnya muncul semakin kuat dan menekan kemampuan berfikir nya. Zainal tumbuh menjadi orang yang ingin berada di puncak sebuah komonitas, namun konstan menjaga jarak agar jarak nya tidak terlalu jauh.
Hal ini adalah hal yang persis aku lakukan terhadap manusia untuk bisa berinteraksi dan terus merasakan emosi dari manusia manusia itu. Dengan kata lain, aku dan Zainal setara memperlakukan manusia. Zainal memperlakukan manusia sama seperti aku memperlakukan manusia sebagai hiburan ku saja. Zainal hanya membutuhkan waktu 1 tahun untuk dapat menyadari itu. Dia berpura pura bodoh, untuk tidak mendapat tekanan dan ekspektasi berlebihan dari orang di sekitatnya. Seberpura-puranya Zainal menjadi orang bodoh, dia tetap lah orang dengan kemampuan yang jauh kalau tidak jauh sekali diatas rata rata. Sampai pada akhir pendidikan nya, Zainal menyelesaikan kuliahnya menjadi mahasiswa yang sangat biasa saja seperti tidak ada yang spesial.
---Malaikat---
Aku dan Zainal berada dalam jarak dan waktu yang sangat jauh, tapi karena keunikan dari kepribadian dan ideologi Zainal sendiri seperti menarik ku dan Zainal seperti mengetahui bahwa aku ada.
Manusia sendiri adalah entitas yang tidak aku ciptakan, manusia ada karena sebuah kebetulan yang sangat luar biasa jarang. Bahkan tidak ada kehidupan lain baik di seluruh alam semesta yang dapat di deteksi manusia dan tidak dapat dideteksi manusia. Manusia adalah satu satunya kehidupan pintar yang tidak aku kendalikan. Karena rasa penasaran ku terhadap manusia aku sampai menciptakan entitas lain yang aku kira bisa seperti manusia yang kalian sebut dengan malaikat. Namun sayangnya malaikat tidak seperti manusia, mereka tidak memiliki kendali atas tindakan nya dan mereka sangat dapat aku kendalikan. Aku melakukan banyak penciptaan, bahkan jumlah malaikat yang aku ciptakan jauh lebih banyak dari jumlah manusia. Untuk memastikan aku tidak mempengaruhi kehidupan manusia, aku menciptakan malaikan dengan getaran atom yang berbeda dengan manusia. Hal ini mengakibatkan mereka tidak dapat berinteraksi satu sama lain, meskipun berada dalam tempat yang sama. Malaikat sendiri bergerak sangat teratur, seteratur planet mengitari matahari.
Komentar
Posting Komentar